Nama : Ahmad Ratib Asraf Triputra Selasa, 15 Oktober 2024
NPM :
2416021102
Program
Studi :
Ilmu Pemerintahan
Mata
Kuliah : Pengantar Ilmu Pemerintahan
Dosen : Drs. R Sigit Krisbitoro, M. I. P
Materi
1: Pengertian Ilmu
- Mengapa ilmu pemerintahan diklasifikasikan
sebagai ilmu?
Persoalan
pokok dalam tesis ini yang berjudul, "Hakekat Ilmu Pemerintahan"
ialah adanya ketidakjelasan mengenai obyek dan kedudukan Ilmu Pemerintahan
terhadap ilmu-ilmu yang lain, khususnya Ilmu Politik. Peranan Filsafat menjadi
penting, karena melalui kajian filsafat dan kritik filsafat dapat diketahui apa
yang menjadi kelemahan ilmu dan sekaligus diketahui pula caranya untuk
memperkuat landasan ilmiahnya.
Teori
Pertumbuhan Pengetahuan dari Karl Popper, yang menyatakan bahwa pengetahuan
bertolak dari problem dan ilmu bertolak hanya dengan problem menjadi relevant
dalam penulisan tesis ini. Ilmu pemerintahan oleh sejumlah sarjana Ilmu
Politik, dipersoalkan mengenai ada atau tidaknya ilmu tersebut. Jadi Ilmu
Pemerintahan menghadapi problem utamanya, yaitu tentang keberadaannya. Polemik
terhadap Ilmu Pemerintahan telah berlangsung lama dan menahun. Bagi Karl Popper
problem tersebut sangat menguntungkan bagi ilmu yang bersangkutan. Karena
bertolak dari "Teori Pertumbuhan Pengetahuan", problem yang dialami
oleh Ilmu Pemerintahan harus menjadi pendorong terhadap tumbuhnya upaya-upaya
untuk mempertahankan dan memperkuat landasan ilmiahnya.
Ilmu disebut sistematis karena
tersusun berdasarkan teori-teori yang telah diuji melalui metode ilmiah. Proses
sistematis ini mencakup pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan penarikan
kesimpulan yang didasarkan pada bukti-bukti yang valid
- Apa yang dimaksud dengan “ilmu harus dapat diuji”?
Ilmu harus dapat diuji artinya semua
teori atau pengetahuan yang dihasilkan oleh ilmu harus bisa diverifikasi atau
diuji kembali oleh peneliti lain dengan menggunakan metode yang sama, sehingga
hasilnya dapat divalidasi secara objektif.
Materi
2: Pendekatan dalam Ilmu Sosial
- Apa yang dimaksud pendekatan interpretatif dalam
penelitian sosial?
Pendekatan Interpretatif adalah analisis sistematis mengenai aksi
sosial yang bermakna melalui observasi manusia secara terperinci dan langsung
dalam latar ilmiah, supaya bisa memperoleh pemahaman dan
interpretasi mengenai cara orang menciptakan dan mempertahankan dunia sosial
mereka.
- Apa yang dimaksud pendekatan historis dalam penelitian
sosial?
Pendekatan historis atau Heuristik, yaitu kegiatan menghimpun jejak-jejak masa
lampau, yakni proses mencari untuk menemukan sumber-sumber sejarah. Kritik,
yaitu menyelidiki apakah jejak-jejak itu sejati baik isi maupun betuknya.
Interpretasi, yaitu menentukan makna saling berhubungan dari fakta-fakta yang
diperoleh itu.
Materi
3: Pendekatan dalam Ilmu Pemerintahan
- Bagaimana pendekatan politik ideologis berperan bagi
pemerintahan?
Dalam pendekatan ini, pemerintahan dilihat sebagai resultante atau hasil bersama dari pelbagai macam faktor
dan kekuatan yang ada dalam masyarakat /negara. Faktor-faktor atau
kekuatan kekuatan tersebut antara lain
adalah keadaan geografis, demografi, taraf perkembangan ekonomi, tingkat
pendidikan masyarakatnya, aspirasi politik yang tumbuh dan berkembang dalam
masyarakat, partai-partai politik, dasar dan tujuan negara, dsb. ( Josep
Riwukahu, 1993:4-5).
Birokrasi pemerintahan tidak dapat
dilepaskan dari proses politik dan kegiatan politik. Pada setiap gugusan
masyarakat yang membentuk suatu tata kepemerintahan tidak bisa dilepaskan dari aspek politik ini. Politik terdiri dari
orangorang yang berperilaku dan
bertindak politik (consist of people acting politically) yang diorganisasikan secara politik oleh kelompok-kelompok kepentingan dan berusaha mempengaruhi pemerintah untuk
mengambil dan melaksanakan suatu kebijakan atau tindakan yang bisa mengangkat kepentingannya dan mengesampingkan kelompok lainnya ( Miftah Thoha, 203:27)
- Mengapa pendekatan ekologis dianggap penting dalam
mempelajari Ilmu Pemerintahan, dan Bagaimana pendekatan ini diterapkan
dalam studi pemerintahan?
Pendekatan ekologis dianggap penting
karena melihat bagaimana faktor lingkungan. Bagaimana pendekatan ini diterapkan
adalah dengan menganalisis bagaimana kondisi luar, seperti demografi atau kondisi ekonomi, bisa mempengaruhi
kebijakan pemerintahan dan cara pengambilan keputusan oleh pemerintah.
Misalnya, pemerintahan di daerah dengan sumber daya alam yang melimpah akan membuat
kebijakan yang berbeda dibandingkan dengan daerah yang kekurangan sumber daya.
Materi
4: Negara, Pemerintah, dan Pemerintahan
- Mengapa penting untuk membedakan antara konsep Negara,
Pemerintah, dan Rezim dalam Ilmu Pemerintahan, serta bagaimana perbedaan
ini mempengaruhi dinamika pemerintahan?
Pentingnya untuk membedakan antara Negara,
Pemerintah, dan Rezim adalah karena masing-masing memiliki pengertian yang
berbeda yang dapat mempengaruhi analisis dan pemahaman kita terhadap fenomena
pemerintahan.
Negara adalah tatanan sosial,
politik, dan ekonomi yang lebih luas, Pemerintah merujuk pada lembaga atau
individu yang memiliki wewenang untuk mengelola negara, sementara Rezim adalah
pola tertentu dalam mengorganisasi aparatur negara yang mencerminkan sistem
pemerintahan tertentu (misalnya, demokrasi atau otoritarian). Perbedaan ini
mempengaruhi dinamika pemerintahan di mana ketiganya akan membantu menganalisis
perubahan kebijakan, transisi kekuasaan, dan stabilitas negara, serta memahami
bagaimana suatu negara berfungsi di bawah sistem pemerintahan tertentu.
- Apa yang dimaksud dengan Rezim?
Dalam politik, rezim (bahasa Prancis: régime) adalah bentuk pemerintah atau seperangkat
aturan, norma budaya atau sosial, dll. Yang mengatur operasi suatu pemerintah
atau lembaga dan interaksinya dengan masyarakat. Menurut KBBI, rezim
adalah tata pemerintah negara atau pemerintahan yang berkuasa dan menguasai
secara total.
Materi
5: Konsep Kekuasaan dalam Pandangan Foucault
- Di mana Foucault menempatkan kekuasaan dalam relasi
sosial menurut pandangannya?
Menurut Foucault, kekuasaan tidak
dapat dilokalisasi di satu tempat atau hanya pada satu individu atau lembaga.
Kekuasaan tersebar di mana-mana dan ada dalam setiap struktur dan relasi
sosial. Kekuasaan terbentuk melalui hubungan antar individu yang sederajat.
- Bagaimana Foucault memandang relasi antara kekuasaan
dan pengetahuan dalam pemerintahan?
Foucault memandang bahwa kekuasaan
dan pengetahuan memiliki hubungan yang sangat kuat. Pengetahuan digunakan oleh
pemerintah sebagai bentuk kekuasaan untuk mengatur dan mengendalikan
masyarakat. Misalnya, pemerintah bisa menyembunyikan data tertentu, seperti
data korban bencana atau penerima bantuan, untuk mengontrol informasi dan
memperoleh manfaat dari kekuasaan yang dimilikinya.
Materi
6: Negara Menurut Pemikiran Aristoteles
- Siapa yang pertama kali mengembangkan pemikiran tentang
negara berdasarkan "Tri-Partite Classification" dan apa tujuan
utama dari negara menurut pemikirannya?
Pemikiran "Tri-Partite
Classification" dikembangkan oleh Aristoteles. Tujuan utama dari negara, menurut Aristoteles, adalah untuk
mencapai kebaikan yang tertinggi bagi umat manusia, dengan mengutamakan
kepentingan umum. Negara harus menjadi kesatuan masyarakat yang berorientasi
pada tujuan tertentu, yaitu kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat.
- Apa yang dimaksud dengan konsep "aristokrasi"
dalam pemikiran Aristoteles dan bagaimana konsep ini diterapkan dalam
pemerintahan kontemporer?
Aristokrasi,
menurut Aristoteles, adalah
pemerintahan oleh sekelompok elit yang memiliki status sosial, kekayaan, dan
kekuasaan politik tinggi. Dalam pemerintahan kontemporer, konsep aristokrasi
lebih jarang diterapkan secara formal, tetapi dalam beberapa negara, fenomena
ini bisa terlihat dalam dominasi kelompok elit tertentu dalam politik, seperti
halnya dalam tradisi politik di Indonesia yang mengaitkan elit politik dengan
kerajaan atau budaya tradisional.
Materi
7: Negara Menurut Pemikiran Rousseau
1.
Apa yang menjadi fokus utama pemikiran Rousseau tentang negara?
Pemikiran utama Rousseau tentang
negara berfokus pada bagaimana negara
seharusnya dibentuk agar manusia tetap bebas dan alami. Ia menekankan bahwa
negara harus mencerminkan kehendak umum (volonté générale), yang merupakan
kepentingan bersama dari seluruh individu dalam masyarakat. Negara yang sah
adalah negara yang berasal dari kontrak sosial antara individu-individu di
dalamnya, dan negara tersebut harus berorientasi pada kepentingan umum, bukan
kepentingan individu atau kelompok tertentu.
2.
Apa perbedaan antara kehendak individu (volonté particulière) dan
kehendak umum (volonté générale) menurut Rousseau?
Kehendak
individu (volonté particulière) adalah kepentingan pribadi dari masing-masing individu yang
cenderung hanya memperjuangkan keuntungan atau kebutuhannya sendiri tanpa
memperhatikan kepentingan umum. Sementara itu, kehendak umum (volonté générale) adalah kepentingan bersama yang
muncul ketika individu-individu bersatu untuk membentuk tujuan bersama yang
lebih besar. Rousseau percaya bahwa meskipun individu memiliki kehendak
pribadi, terdapat komponen kepentingan umum di dalamnya yang dapat dibentuk melalui
dialog dan konsensus untuk menciptakan negara yang adil.
Materi
8: Konsep Dasar dalam Studi Ilmu pemerintahan
- Apa kekurangan dari sistem otonomi daerah?
Kekurangan yang paling utama dari sistem
otonomi daerah ini adalah kurang siapnya daerah dalam mengatur daerahnya.
Ketidakmerataan sumber daya membuat pembangunan daerah tidak merata, ada yang
berhasil namun ada juga yang belum berhasil.
- Apa perbedaan desentralisasi dan otonomi daerah?
Desentralisasi memberikan landasan
bagi daerah otonom untuk menjalankan otonominya, sedangkan otonomi daerah
menjadi tujuan akhir dari proses desentralisasi. Kedua konsep ini saling
mendukung dan memperkuat satu sama lain.
Materi
9: Fungsi Pemerintahan
- Apa saja empat fungsi pemerintahan?
Fungsi pemerintahan menjadi empat
bagian, yaitu:
1. Fungsi
Pelayanan (Public Service)
2. Fungsi
Pembangunan (Development)
3. Fungsi
Pemberdayaan (Empowering)
4. Fungsi
Pengaturan (Regulation)
- Apa yang dimaksud dengan fungsi politik ceremonial
dalam pemerintahan menurut Andrew Heywood?
Fungsi politik ceremonial adalah
peran yang dimainkan oleh pejabat eksekutif (seperti presiden, gubernur, atau
menteri) dalam kegiatan yang bertujuan untuk membangun kepercayaan dan dukungan
rakyat terhadap pemerintah. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan
simbolik dan resmi, seperti peresmian proyek-proyek pembangunan (misalnya
jalan, jembatan, bandara, dll) yang melibatkan pejabat eksekutif secara
langsung.
Materi
10: Memahami Ilmu Pemerintahan
- Apa realasi agama dalam pemerintahan?
Kendatipun pemerintahan dianggap
oleh sebagian pejuang agama tertentu sebagai subordinat dari agama, namun
relasi agama dan pemerintahan tak pernah sepi dari perdebatan pemikiran. Di
kelompok penganut agama yang berpikiran eksklusif maupun rorforoi menganggap
bahwa pemerintahan merupakan area yang berbeda dalam praktiknya. Kelompok
pertama menganggap bahwa pemerintahan bagian kecil dari cabang-cabang dalam
urusan agama hanyalah itu sendiri. Sementara kelompok kedua yang berpandangan
sekuler cenderung melihat agama hanyalah jalan bagi upaya membangun konstruksi
spiritual dengan yang Maha pencipta. Sedangkan pemerintahan pada sisi lain
merupakan bentuk konsensus dari komunitas di dalamnya untuk mengelola hubungan
sesamanyaguna mencapai tujuan bersama lewat kontrak sosial.
- Apa yang dimaksud dengan ilmu pemerintahan?
Ilmu
pemerintahan
adalah ilmu yang mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan
penyelenggaraan negara, termasuk kebijakan publik, struktur dan fungsi
pemerintahan, serta hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ilmu ini juga
mencakup pemahaman tentang bagaimana pemerintahan beroperasi dan bagaimana
keputusan politik dibuat.
Materi
11: Ilmu Pemerintahan dan Syarat Ilmu Pengetahuan
- Apa yang dimaksud landasan Epistemologis dalam kajian
Ilmu Pemerintahan?
Epistemologi merupakan proses dalam
memperoleh ilmu pengetahuan yang dimaksud. Mengkaji Ilmu Pemerintahan secara
epistemologi dapat dilakukan melalui perkembangan Ilmu Pemerintahan itu
sendiri.
Ilmu Pemerintahan seringkali
dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang baru. Sebagaimana yang dikemukakan oleh
Taliziduhu Ndraha12dimana Ilmu Pemerintahan (bestuurswetenschap) mengalami
beberapa tahapan perkembangan. Tahap pertama, gejala pemerintahan dikaji
melalui sudut pandang dan cara menurut ilmu yang ada dimasa itu sehingga objek
itu menjadi ruang-lingkup dan dipelajari sebagai materia atau bagian integral disiplin
lain. Seperti ilmu hukum, ilmu politik, sosiologi, ilmu ekonomi, dan ilmu
administrasi.
- Mengapa negara menjadi objek material dalam ilmu
pemerintahan?
Negara menjadi objek material karena pemerintahan bertujuan untuk
mengelola negara, baik dalam aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Pemahaman tentang negara sebagai objek material membantu dalam menganalisis
bagaimana pemerintahan berfungsi untuk mengatur dan memenuhi kebutuhan
masyarakat.
Materi
12: Mengenal Ilmu Pemerintahan
- Mengapa suatu Negara ada?
Menurut para ahli, terbentuknya negara dapat
dijelaskan melalui beberapa teori, antara lain:
1.
Teori Hukum Alam: Negara terbentuk karena adanya hukum alam.
2.
Teori Ketuhanan (Teokrasi): Negara berdasarkan doktrin teokritis.
3. Teori Kontrak Sosial: Negara dibentuk berdasarkan perjanjian masyarakat.
- Apa
syarat terbentuknya suatu Negara?
Negara diharuskan memiliki empat unsur agar dapat
didefinisikan sebagai negara, yaitu penduduk permanen, wilayah, pemerintahan
yang berdaulat, dan kemampuan untuk menjalin hubungan dengan negara-negara
lain.
Berikut penjelasan mengenai empat
syarat tersebut:
1.
Penduduk Permanen
Maksud dari penduduk permanen di sini adalah
orang atau manusia yang tinngal di sebuah negara. Jika masyarakat atau rakyat
permanen tidak ada, maka negara akan kehilangan syaratnya.Secara garis besar,
penduduk ini dibagi menjadi dua jenis., yakni warga negara dan bukan warga
negara.
Dalam kategori ini, penduduk permanen masuk ke dalam
jenis warga negara. Dengan begitu, mereka punya identitas khusus di wilayah
tersebut dan memiliki hubungan timbal balik kepada negaranya.
2. Wilayah Tetap
Daerah yang diduduki oleh masyarakat dapat disebut sebuah
negara jika wilayah tersebut memiliki patokan pasti—terdapat batas dengan
negara lain. Batas-batas ini meliputi dua macam, yaitu batas darat dan laut.
Oleh karena itu, batas-batas ini dianggap sebagai wilayah
atau teritori yang dimiliki oleh suatu negara. Kita dapat melihat contoh dari
wilayah Indonesia yang memiliki batas di Sabang dan Merauke.
3. Pemerintahan yang Berdaulat
Ketika sebuah wilayah dihuni oleh masyarakat, harus
terdapat satu lembaga yang bekerja sebagai kepala dan mengatur kehidupan
bernegara. Lembaga ini disebut sebagai pemerintahan.
Demi menjalankan kehidupan bernegara agar
sesuai dengan tujuan pertama kali dibentuknya negara, pemerintahan yang
berdaulat diakui dan diberi kuasa untuk mengatur.
4. Kemampuan untuk Menjalin Hubungan dengan Negara Lain
Sebuah negara memerlukan proses yang panjang
agar dapat mencapai syarat ini. Dapat dikatakan bahwa menjalin hubungan dengan
pihak luar berarti “pihak luar tersebut mengakui kedaulatan pemerintahan sebuah
negara”.
Dengan begitu, negara-negara secara
internasional mengakui suatu negara baik secara kenyataan dan secara hukum
bahwa sebuah negara telah lahir. Tentunya, dengan memiliki penduduk, wilayah,
dan pemerintahan yang mengaturnya.
.

0 Comments