UJIAN AKHIR SEMESTER. PELAKSANAAN DEMOKRASI DAN PEMILU DI INDONESIA. PENGANTAR ILMU POLITIK. ILMU PEMERINTAHAN 2024.




Nama              :  Ahmad Ratib Asraf Triputra                                               Rabu, 4 Desember 2024

NPM                :  2416021102

Program Studi :  Ilmu Pemerintahan

Mata Kuliah    : Pengantar Ilmu Politik


PELAKSANAAN DEMOKRASI DAN PEMILU DI INDONESIA

 

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos” dan “Kratos”. Demos bermakna rakyat atau khalayak, sementara Kratos bermakna pemerintahaan. Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mengijinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk berpendapat serta turut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan.

 

A.    Pengertia Demokrasi Menurut Para Ahli :

 

1.     C. F. Strong, demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana mayoritas rakyat berusia dewasa turut serta dalam politik atas dasar sistem perwakilan, yang kemudian menjamin pemerintahan mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan keputusannya.

 

2.     Montesquieu, Kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga lembaga atau institusi yang berbeda dan terpisah satu sama lainnya, yaitu pertama, legislatif yang merupakan pemegang kekuasaan untuk membuat undang-undang, kedua, eksekutif yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan undang-undang, dan ketiga adalah yudikatif, yang memegang kekuasaan untuk mengadili pelaksanaan undang-undang. Dan masing-masing institusi tersebut berdiri secara independen tanpa dipengaruhi oleh institusi lainnya.

 

3.     Aristoteles, rinsip demokrasi adalah kebebasan, karena hanya melalui kebebasanlah setiap warga negara bisa saling berbagi kekuasaan di dalam negaranya.

 

4.     Abraham Licoln, demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah sebuah hal yang didasari oleh rakyat. Abraham Lincoln menjelaskan bahwa demokrasi adalah sebuah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

 

5.     Joseps A. Schemer, menurut Joseph A. Schemer, demokrasi adalah suatu perencanaan institusional. Perencanaan tersebut dilakukan untuk mencapai sebuah keputusan politik. Dimana setiap individu akan memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif. Hal itu dilakukan atas dasar suara rakyat.

 

B.    Demokrasi Di Indonesia

 

Mengutip dari buku Mengenal Lebih Dekat Demokrasi di Indonesia (2012) yang ditulis oleh Nadhirun, sejarah demokrasi di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20. Pada fase ini, Indonesia masih mengalami penjajahan oleh Belanda dan pemikiran demokrasi modern dari barat sudah mulai masuk ke Indonesia.
Tepatnya, anak-anak muda dan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Eropa banyak membaca ide-ide demokrasi melalui buku serta ruang-ruang diskusi terbuka. Kemudian, mereka banyak mendapatkan inspirasi mengenai konsep negara demokrasi yang terbuka dan sangat kontradiktif dengan Indonesia.


Generasi pertama yang merasakan bagaimana indahnya demokrasi di negara-negara Eropa adalah Mohammad Hatta yang kelak menjadi Wakil Presiden Indonesia. Hatta belajar di Belanda dan menyerap berbagai ide-ide demokrasi.
Di generasi Hatta ini, ide-ide demokrasi meresap di benak anak muda Indonesia dan memulai gerakan-gerakan kemerdekaan. Mengalami banyak ganjaran karena transisi dari penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang, akhirnya kemerdekaan resmi diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

 

C.    Perkembangan Demokrasi di Indonesia

1. Demokrasi Parlementer ( 1945-1959)

 

Demokrasi parlementer ini dimulai ketika Indonesia resmi menjadi negara yang merdeka hingga berakhir di tahun 1959. Demokrasi parlementer adalah sistem demokrasi yang menempatkan parlemen sebagai bagian fundamental di pemerintahan.

Akan tetapi, konsep demokrasi ini dianggap kurang cocok untuk Indonesia. Lemahnya budaya demokrasi untuk mempraktikkan demokrasi model barat ini telah memberi peluang sangat besar kepada partai-partai politik mendominasi kehidupan sosialpolitik.

Pada masa ini pula digelar Pemilu pertama pada 1955. Pemilu 1955 mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara asing. Pemilu ini diikuti oleh lebih 30-an partai politik dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan calon perorangan.


2. Demokrasi Terpimpin ( 1959-1965)

 

Demokrasi terpimpin adalah sistem pemerintahan, di mana segala kebijakan atau keputusan yang diambil dan dijalankan berpusat kepada satu orang, yaitu pemimpin pemerintahan.

Demokrasi terpimpin ini dimulai pada tahun 1959 ketika Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Ciri yang paling khas dari konsep demokrasi terpimpin adalah kehadiran peran dan campur tangan presiden selaku pemimpin tertinggi demokrasi dan revolusi yakni Presiden Sukarno.

3. Demokrasi Pancasila Era Orde Baru ( 1965-1998)

Setelah peristiwa G30S PKI terjadi di tahun 1965, terjadi pergantian pemimpin dari Soekarno menuju Soeharto. Era orde baru ini juga dikenal dengan istilah Demokrasi Pancasila yang menjadikan Pancasila sebagai landasan demokrasi.


4. Demokrasi Reformas ( 1998 – sekarang) 

Berakhirnya rezim orde baru yang berkuasa selama 32 tahun melahirkan demokrasi baru yang dikenal dengan istilah era reformasi. Era reformasi adalah fase demokrasi yang kembali ke prinsip dasar demokrasi, seperti:


· Adanya Pemilu secara langsung

· Kebebasan Pers

· Desentralisasi

· Hak-hak dasar warga negara lebih terjamin

· Rekrutmen politik yang inklusif

D.     Pemilu di Indonesia

Pemilihan umum di Indonesia dilaksanakan di tingkat nasional untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Presiden dan Wakil Presiden, serta memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi(DPRD Provinsi) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kabupaten/Kota).

Pemilihan umum pemilu) pertama di Indonesia adalah pemilu legislatif tahun 1955 untuk memilih anggota DPR. Sebelum adanya perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD1945) oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), pemilihan umum dilaksanakan hanya untuk memilih anggota lembaga legislatif yaitu DPR dan DPRD. Pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden sudah dilaksanakan di Indonesia dari tahun 2004. Pada tahun 2024, penetapan Daftar Pemilih Tetap oleh Komisi Pemilihan Umum terdapat 204,807,222 DPT di Tanah Air. Se-Indonesia sebanyak 203.056.748 dan 1.750.474 diaspora Indonesia di seluruh dunia

E.     Tantang Pelaksanaan Denokrasi dan Pemilu di Indonesia

 

     Pelaksanaan demokrasi dan pemilu di Indonesia merupakan aspek penting dalam perjalanan bangsa sejak merdeka. Berikut adalah beberapa poin penting yang menggambarkan tantangan dalam demokrasi dan pelaksanaan pemilu di Indonesia:

1. Praktek politik Uang

2. Politik indetitas

3. Rendahnya partisipasi publik

4. Korupsi dan penyelewengan

5. Dinasti politik

6. Hoaks dan informasi palsu

7. Kurangnya infrastruktur pendukung

 

F.     Upaya Perbaikan Pelaksanaan Denokrasi dan Pemilu di Indonesia

Demokrasi adalah proses yang terus berkembang. Meski banyak tantangan, Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk memperbaiki sistemnya, sebagaimana terlihat dalam beberapa reformasi setelah era Orde Baru. Berikut ini upaya perbaikan pelaksanaan demokrasi dan pemilu di Indonesia

 

1. Peningkatan Pendidikan Politik: Pemerintah dan masyarakat sipil harus bekerja  sama dalam memberikan pendidikan politik yang inklusif.

2.  Penguatan Penegakan Hukum: Memastikan bahwa pelanggaran pemilu, termasuk politik uang dan hoaks, ditindak tegas.

3. Digitalisasi dan Transparansi: Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan transparansi dan akurasi proses pemilu.

4. Reformasi Sistem Pemilu: Menyesuaikan sistem pemilu agar lebih sederhana, adil, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

 

 

 



0 Comments